BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 03 September 2016

KENTUT



KENTUT
4 Agustus 2016

Tak setetes keringat untuk wanita,
Pencaci dan pencacat
Menuntut hal yang telah takdirnya tak kan terpenuhi,
Mengumbar amarah seakan disiksa sampai uzur

Apa yang tertuai apa yang terhidang,
Tebu dipepah manis,
Lada ditabur pedas.
Kau inginkan kebijaksanaa, tanpa kata-kata indah,
Hanya terjadi di ruang angin,
Melapor sebentar lalu sirna…

Wanita,
Suara pendosa, mata pemenjara, penggerus pikiran,
Tak habisnya dilumat kunyah,
Wanita

Hancur aku,
Dikelabui bungkusnya yang merah mekar,
Namun beraroma belerang,
Tak ubahnya angin keluar dari belakang,

Busuk dan dibuang..

0 komentar:

Posting Komentar